Senin, 09 Juli 2018

Golaga Makin Memikat Wisatawan Untuk Datang Ke Purbalingga

Min,,, Goalawa kapan buka,  Miiin,,, Goalawa tiketnya berapa, Miiin,,, Goalawa apa masih ada lawanya (lawa=kelelawar) . Nah... beberapa pertanyaan itu kerap kali muncul di IGnya @goalawa ataupun di Fanspage @OW.GUALAWA selama GOLAGA atau Goalawa Purbalingga melakukan pembenahan baik didalam goa maupun diluar goa. Dan pertanggal 14 Juni 2018 atau satu hari menjelang lebaran meski pembenahan yang dilakukan baru beberapa % Golaga dibuka kembali dengan tampilan lighting dan beberapa daya tarik seperti coffeeshop didalam goa yang berhasil memikat wisatawan untuk berkunjung ke Golaga. 

Dengan harga tiket semasa libur lebaran seharga Rp. 15.000,- jumlah kunjungan wisatawan ke Golaga  naik drastis. Untuk lebaran sebelumnya kunjungan wisatawan ke Golaga selama sepuluh hari tidak lebih dari 18.000 pengunjung, lebaran kali ini kunjungan wisatawan bisa mencapai 33 ribu orang selama sepuluh hari. Suatu lonjakan luar biasa untuk wisata tertua yang ada di Purbalingga. 
Kini tiket Golaga kembali normal atau masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu hari senin - sabtu seharga Rp. 7.500,- dan untuk hari minggu Rp. 10.000,- .

Goalawa Purbalingga atau “GOLAGA” merupakan Goa yang tersusun dari batuan lava yang sangat unik dan menarik. Dari struktur batuan pembentuknya, Goa lava (Lava Tube) hanya ada di Purbalingga dan Bali. Hasil survei keguaan dengan metode Lead Frog Method dan pengukuran Chamber menggunakan metode poligon terbuka, luas ruangan Goa Lawa 6.683 meter persegi dengan panjang dari ujung ke ujung 1.200 meter. Semua bagian goa terbentuk dari lava gunung yang membeku. Lorong lava terbentuk pada aliran lava basal yang relatif encer dengan viskositas rendah, dan pada bagian permukaannya telah mengerak dan membeku. Sementara pada bagian dalamnya masih cair dan panas dengan suhu lebih dari 1.100 derajat celcius, dan tetap mengalir sehingga pada akhirnya menyisakan ruang berbentuk ruang atau tabung (tube).

Selain sebagai fenomena alam dengan karakteristik fisik dan proses yang khas, juga tersimpan kisah-kisah legenda di dalamnya. Kolaborasi antara karakter fisik dan legenda-legenda tokoh mencirikan Goa Lawa sebagai lokasi yang universal antara perilaku alam dan budaya. Bentuk-bentuk batuan dan ruang di dalam Goa Lawa menceritakan gambaran tokoh dan imajinasi mistis. Semua bagian tersebut mempunyai kisah legenda tersendiri. Memang kadang sulit untuk mengkaitkan kronologi budaya dalam legenda tersebut, tetapi legenda sudah menunjukkan bahwa Goa Lawa sebagai warisan alam sudah mendapat perhatian dan sentuhan dari manusia.

Dari cerita diatas sebenarnya namanya adalah Goa Lava, namun karena ilat jawa(lidah orang jawa) jadi dipelesetkan menjadi goalawa. Namun bukan berarti di Goalawa tidak ada kelelawarnya, ribuan kelelawar bisa wisatawan lihat saat hari menjelang sore atau sekitar jam setengah enam. Kebanyakan wisatawan bertanya," Mana kelelawarnya, kok gak ada kelelawarnya ???
Nah kembali lagi pada kelelawar yang dikenal sebagai binatang malam, jadi pada saat wisatawan datang di siang hari tentu tidak akan melihat kelelawar beterbangan meski di dalam goa. Namun apabila wisatawan masuk goa diantar pemandu dan tanya tentang kelelawar maka akan ditunjukkan dimana ribuan kelelawar itu bersarang. Makin penasaran kan ?? Nah bagi pembaca yang penasaran mending tonton aja cuplikan video berikut ini .