Jumat, 19 Oktober 2018

Andra And The Back Bone Akhiri Malam Puncak FGS #4

Gelar Budaya Purbalingga
Festival Gunung Slamet merupakan agenda rutin yang mempunyai makna yang amat dalam, selain untuk nguri-nguri budaya Jawa yang adiluhung, juga untuk menunjang sekaligus mempromosikan potensi wisata Desa Serang Kecamatan Kerangreja. Ada beberapa rangkaian dalam festival gunung slamet ini, diantaranya : prosesi pengambilan air di kaki gunung Slamet, kirab budaya, perang tomat, pertunjukan wayang kulit, serang bersholawat, festival rebana dan lain-lain.

Untuk tahun 2018 adalah gelaran Festival Gunung Slamet ke 4 yang sukses diselenggarakan di desa wisata Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah mulai tanggal 27-29 September 2018. Gelaran budaya yang melibatkan hampir semua warga desa tersebut merupakan acara tahunan yang kali ini diselenggarakan murni dari swadaya masyarakat setempat. Acara ini berhasil menyedot puluhan ribu pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota apalagi dengan disuguhkanya acara musik yang melibatkan artis ibukota. 

Menurut Kepala Desa Serang Sugito acara ini digelar dengan maksud untuk menunjukan rasa syukur masyarakat atas keberkahan rizki yang telah diberikan Yang Maha Pencipta. Agenda kegiatan gelaran budaya ini dimulai pada hari Kamis (27/9/2018) dengan acara Pawai Taaruf, Festival Rebana bertempat di D'LAS atau Lembah Asri, dan Serang Bersholawat. Selain itu juga diselenggarakan Lomba Foto Festival Gunung Slamet 4 dengan tema "Nggelar Budaya Ekspresi Keberkahan". 

Hari ke dua Jum’at (28/9/2018) diisi dengan acara pengambilan air Sikopyah. Acara ini bertujuan mengingatkan kembali budaya warga jaman dahulu sebelum tersentuh modernisasi. Sikopyah adalah sumber mata air terbesar di Serang yang konon salah satu dari 3 mata air di kaki Gunung Slamet. Acara dilanjut Ruwat Bumi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah di desa Serang. Malam harinya ada pagelaran wayang kulit menampilkan dalang ternama dari Cilacap Ki Dalang Mongko Daryono. 

Di hari ke tiga Sabtu (29/9/2081) ada Pawai Budaya mengandung makna bentuk ungkapan rasa syukur atas rizki dari Yang Kuasa berupa arak arakan hasil bumi yang dibawa oleh perwakilan warga untuk dibagikan ke pengunjung. Pawai dimulai pukul 08.00 mengambil rute Kaliurip, Dukuh, Jl Raya dan berakhir di Lembah Asri D'LAS. Pada acara pawai ini ada tradisi makan takir bareng bupati. Dilanjutkan acara yang paling seru dan menarik yakni perang tomat dimulai pukul 13.00 sampai selesai. Kesenian ebeg pun tak ketinggalan memeriahkan acara di hari terakhir ini. Puncak acara adalah pagelaran musik bertema Akustik Kabut Lembut dengan menampilkan group musik ibukota Andra and The Back Bone.

Band bergenre pop rock yang digawangi oleh Andra Ramadhan (gitaris), Deddy Lisan (vokalis), dan Stevi Item (gitaris), tampil begitu memukau di hadapan ribuan pengunjung yang memadati kompleks wisata D’LAS (Lembah Asri Serang). Mereka sangat terhibur dengan penampilan lagu demi lagu yang dibawakan Andra. Mereka bahkan terhipnotis ikut melantunkan lagu itu. 

Sekitar pukul 21.00 WIB, lagu Jalanku Bukan Jalanmu menjadi pembuka penampilan Andra and The Back Bone. Lagu demi lagu dibawakan oleh Andra seperti lagu Lagi-Lagi, Separuh, Main Hati, Musnah yang hits pada tahun 2007-an. Hingga pada akhirnya lagu berjudul Hitamku jadi penutup penampilan Andra yang hampir sekira satu jam menghibur pengunjung FGS IV. 

Senin, 15 Oktober 2018

Dibalik Kisah Kelam Jembatan Klawing Tersimpan Keindahan

Visit Purbalingga
Siapa sangka dibalik kisah kelam jembatan sungai klawing yang berada di dusun penisihan Desa Palumbungan, Kecamatan Bobotsari menyimpan keindahan. Hanya berjarak beberapa ratus meter dari jembatan yang pernah ditemukan mayat pasutri ada keindahan tersembunyi. Dengan berjalan menyusuri persawahan hingga  ke hilir sungai, kita bisa menikmati kejernihan curug dengan kolam luas yang berwarna kebiruan. 

Adalah curug penisihan salah satu dari sekian banyak curug yang berada di Kabupaten Purbalingga yang dikenal dengan julukan negeri seribu curug. Aliran sungai klawing dengan debit air yang melimpah membuat curug penisihan hampir  tidak pernah kering sepanjang musim. Curug penisihan sendiri berada di kaki pegunungan plana.

Curug Penisihan memiliki ketinggian ± 10 meter dengan kolam yang cukup luas dan mempunyai kedalaman sekitar 10 meter. Air yang mengisi kolam ini terlihat biru kehijauan yang menandakan kolam cukup dalam.  Pada hari-hari biasa kolam ini dijadikan spot favorit warga sekitar untuk memancing dan berselfie ria.

Curug Penisihan berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Purbalingga dan 2 kilometer  dari pusat Kecamatan Bobotsari. Untuk sampai di Curug penisihan patokan utamanya dari depan pegadaian Bobotsari atau sebelah barat Kecamatan Bobotsari berjalan kearah utara menuju Desa Palumbungan.

Minggu, 30 September 2018

Tak Klimaks Konser Andra & The Backbone Di Purbalingga

Penampilan memukau Andra and The Backbone
Visit Purbalingga - Malam puncak Festival Gunung Slamet ditutup dengan penampilan Andra And The Backbone pada Minggu, 29/9 di Rest Area Lembah Asri, Desa Wisata Serang Kecamatan Karangreja. Pukul 21.00 Andra And The Backbone naik panggung menghibur penonton yang sejak petang sudah mulai berkerumun menunggu idolanya tampil. Meski udara dingin dan gerimis sejak awal acara,  namun penonton sangat antusias menunggu di depan panggung sembari menikmati kabut lembut di lereng Gunung Slamet.

Grup musik yang digawangi Andra Ramadhan (gitar), Dedy Lisan (vokal) dan Zendy Kusuma (gitar) mengawali penampilan dengan lagu “Muak” versi akustik. Lagu dari albu Season 2 (2008) dan ditampilkan lagi versi akustiknya di album Love, Faith dan Hope (2010) membuat hawa dingin sedikit berangsur hilang. “Oh terbakar hatiku melihat tingkahmu yang selalu begitu” lirik lagu tersebut dinyanyikan Dedy dengan vokalnya yang khas. 

Ratusan penonton termasuk Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) ikut bernyanyi bersama. Mereka rata rata hafal dengan lirik lagu grup tersebut. Lagu-lagu di album Season 2 (2008) sepertinya menjadi andalan Andra dan rekan rekannya untuk membuat penonton semakin tak merasakan hawa dingin. Lagu “Main Hati” dinyanyikan dengan lembut dan mampu memancing emosi penonton. “Seribu wanita yang pernah singgah, hanya datang dan pergi dan tak ada hati,” lirik lagu ini terkesan picisan namun akrab di telinga penonton.  

Andra And The Backbone berhasil memukau penonton yang datang menyaksikan hingga akhir acara. Lagu "Sempurna" menjadi lagu terakkhir yang dibawakan andra the backbone. Sebenarnya masih ada dua lagu lagi yang akan ditampilkan, namun karena hujan turun semakin deras "sempurna" menjadi penutup konser "Akustik Kabut Lembut"di Festival Gunung Slamet 4 tersebut. Sungguh penampilan yang sempurna walau tak sampai klimak karena hanya sejenak.

Selasa, 18 September 2018

Mengintip Home Industri Olahan Nanas Di Purbalingga

Produk Olahan Nanas Di Purbalingga
Visit Purbalingga - Nanas adalah salah satu tanaman tropis yang tingginya mencapai 5-8 kaki dan menyebar sekitar radius 3-4 kaki, daunnya berujung jarum, dan kulit buahnya kasar dan sedikit tajam. Secara ilmiah, buah ini dikenal dengan nama Ananas Comosus dan termasuk famili Bromeliaceae, dalam genus Ananas. 

Di Kabupaten Purbalingga, salah satu desa penghasil buah nanas terbesar adalah Desa Siwarak Kecamatan Karangreja. Hampir mayoritas penduduknya sekarang beralih ke  petani nanas. Tak heran kalau di Desa Siwarak banyak produk olahan dengan bahan baku buah nanas . Salah satunya adalah Pinne Produk . Industri rumahan ini banyak mengeluarkan produk dengan bahan baku buah nanas, diantaranya : Kerupuk Nanas, Dodol nanas, setup nanas, selai nanas, juice nanas dll. 

Pinne adalah merek dagang yang memproduksi berbagai macam olahan nanas dengan bahan baku buah nanas asli yang berkualitas. Berada di Desa Wisata Siwarak yang mayoritas masyarakatnya adalah petani nanas membuat kami terus berinovasi menciptakan produk-produk bermutu dengan bahan baku nanas. 

Pinne berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan setiap pelanggan dari bisnis lokal maupun interlokal, melalui harga yang kompetitif, kehandalan produk dan standar pelayanan yang memuaskan pelanggan. Distribusi produk kami telah mencapai daerah Cirebon, Indramayu, Tegal, Purwokerto dan Kabupaten Purbalingga sendiri.

Nah ,, bagi anda yang berkunjung ke Golaga atau Goalawa Purbalingga bisa langsung dapatkan produk tersebut disekitar terminal Goalawa, atau bisa datang langsung ke lokasi pembuatan sekalian belajar tentang pengolahan buah nanas. 

Untuk produk pemesanan bisa langsung hubungi No Wa 0878 3700 0869
Produk Lokal Purbalingga

Minggu, 16 September 2018

Dari Kampung Kumuh, Dona Maju Lomba Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2018

Tim Juri dari Kementopa meninjau Kampung Warna Bobotsari
Visit Purbalingga - Seorang pemuda disebut sebagai pelopor apabila dia memulai sesuatu yang belum dilakukan oleh orang lain. Jika sesuatu tersebut sudah dimulai orang lain maka dia bukanlah pelopor tapi pelestari. "Pemuda pelopor harus memiliki banyak ide, inovasi dan kreatifitas agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungannya," kata H. Barosad. IM.,SH, Ketua Paguyuban Pariwisata Purbalingga kepada Visit Purbalingga disela waktunya saat menunggu tim juri Pemuda Pelopor Tingkat Nasional di Kampung Warna Bobotsari, Sabtu 15/9/2018.

"Dona hari ini membuktikan, generasi milenial yang dengan berbagai macam corak dan pemikirannya masih mempedulikan lingkungannya. Kampung kumuh yang dulunya bernama Kampung Baru berhasil dipersatukan dengan satu ide, satu gagasan yang brilliant hingga tercetuslah nama Kampung Warna Bobotsari. Melalui kreatifitas, ketekunan, keakraban dan silaturahmi yang tak kenal lelah dona  telah berhasil merubah kampung yang dulunya kumuh menjadi kampung yang banyak dikunjungi wisatawan," kata Barosad menambahkan.

Hal senada  juga disampaikan oleh Sugianto, salah satu Juri Nasional Pemilihan Pemuda Pelopor dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. "Yang menarik dari Kampung Warna adalah perjuangan  dona merubah kondisi sosial masyarakat kampung baru itu sendiri. Kampung yang dulu kumuh telah berubah menjadi warna warni dan dampak dari warna warni itu mampu merubah kondisi masyarakat dari perilaku buruk menjadi baik," katanya.

"Apa yang dona tulis, apa yang dona paparkan setelah kita survey adalah benar adanya sesuai dengan apa yang tercantum di proposal. Saya tidak berjanji dan memberi harapan dona menjadi juara nasional, saya akan berjuang dan paparan di dewan penyeleksi setelah dari sini .Setidaknya dona telah mampu menjadi yang terbaik di Tingkat Provinsi, " imbuhnya.

Tim Juri dari Kemenpora yang hadir di dampingi Kadinporapar Kabupaten Purbalingga disambut oleh Ketua Paguyuban Pariwisata Purbalingga, Camat Bobotsari beserta jajarannya, anggota Koramil Bobotsari, Polsek Bobotsari dan Karang Taruna Kabupaten Purbalingga  . Kedatangan Tim Juri juga disambut sangat gembira oleh warga Kampung Warna Bobotsari dengan menampilkan berbagai musik tradisional. Tak ketinggalan berbagai makanan dan minuman khas Kampung Warna juga turut disajikan, diantaranya ada Kopi badeg dan jipang kacang .

Secara terpisah Dona Wahyuni De Fretes yang akrab disapa dona, mengaku bersyukur dan lega dapat melewati tahap penilaian secara maksimal. Kini, ditengah kesibukannya sebagai bidan di RS Goeteng, sembari menunggu hasil penilaian dia akan terus berjuang bersama teman-teman demi Kampung Warna. Sebagai motor di Kampung Warna sudah barang tentu akan menyita banyak waktunya, tapi dia akan terus bertekad semaksimal mungkin untuk terus mempertahankan Kampung Warna menjadi lebih baik .