Selasa, 18 September 2018

Mengintip Home Industri Olahan Nanas Di Purbalingga

Produk Olahan Nanas Di Purbalingga
Visit Purbalingga - Nanas adalah salah satu tanaman tropis yang tingginya mencapai 5-8 kaki dan menyebar sekitar radius 3-4 kaki, daunnya berujung jarum, dan kulit buahnya kasar dan sedikit tajam. Secara ilmiah, buah ini dikenal dengan nama Ananas Comosus dan termasuk famili Bromeliaceae, dalam genus Ananas. 

Di Kabupaten Purbalingga, salah satu desa penghasil buah nanas terbesar adalah Desa Siwarak Kecamatan Karangreja. Hampir mayoritas penduduknya sekarang beralih ke  petani nanas. Tak heran kalau di Desa Siwarak banyak produk olahan dengan bahan baku buah nanas . Salah satunya adalah Pinne Produk . Industri rumahan ini banyak mengeluarkan produk dengan bahan baku buah nanas, diantaranya : Kerupuk Nanas, Dodol nanas, setup nanas, selai nanas, juice nanas dll. 

Pinne adalah merek dagang yang memproduksi berbagai macam olahan nanas dengan bahan baku buah nanas asli yang berkualitas. Berada di Desa Wisata Siwarak yang mayoritas masyarakatnya adalah petani nanas membuat kami terus berinovasi menciptakan produk-produk bermutu dengan bahan baku nanas. 

Pinne berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan setiap pelanggan dari bisnis lokal maupun interlokal, melalui harga yang kompetitif, kehandalan produk dan standar pelayanan yang memuaskan pelanggan. Distribusi produk kami telah mencapai daerah Cirebon, Indramayu, Tegal, Purwokerto dan Kabupaten Purbalingga sendiri.

Nah ,, bagi anda yang berkunjung ke Golaga atau Goalawa Purbalingga bisa langsung dapatkan produk tersebut disekitar terminal Goalawa, atau bisa datang langsung ke lokasi pembuatan sekalian belajar tentang pengolahan buah nanas. 

Untuk produk pemesanan bisa langsung hubungi No Wa 0878 3700 0869
Produk Lokal Purbalingga

Minggu, 16 September 2018

Dari Kampung Kumuh, Dona Maju Lomba Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2018

Tim Juri dari Kementopa meninjau Kampung Warna Bobotsari
Visit Purbalingga - Seorang pemuda disebut sebagai pelopor apabila dia memulai sesuatu yang belum dilakukan oleh orang lain. Jika sesuatu tersebut sudah dimulai orang lain maka dia bukanlah pelopor tapi pelestari. "Pemuda pelopor harus memiliki banyak ide, inovasi dan kreatifitas agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungannya," kata H. Barosad. IM.,SH, Ketua Paguyuban Pariwisata Purbalingga kepada Visit Purbalingga disela waktunya saat menunggu tim juri Pemuda Pelopor Tingkat Nasional di Kampung Warna Bobotsari, Sabtu 15/9/2018.

"Dona hari ini membuktikan, generasi milenial yang dengan berbagai macam corak dan pemikirannya masih mempedulikan lingkungannya. Kampung kumuh yang dulunya bernama Kampung Baru berhasil dipersatukan dengan satu ide, satu gagasan yang brilliant hingga tercetuslah nama Kampung Warna Bobotsari. Melalui kreatifitas, ketekunan, keakraban dan silaturahmi yang tak kenal lelah dona  telah berhasil merubah kampung yang dulunya kumuh menjadi kampung yang banyak dikunjungi wisatawan," kata Barosad menambahkan.

Hal senada  juga disampaikan oleh Sugianto, salah satu Juri Nasional Pemilihan Pemuda Pelopor dari Kementrian Pemuda dan Olahraga. "Yang menarik dari Kampung Warna adalah perjuangan  dona merubah kondisi sosial masyarakat kampung baru itu sendiri. Kampung yang dulu kumuh telah berubah menjadi warna warni dan dampak dari warna warni itu mampu merubah kondisi masyarakat dari perilaku buruk menjadi baik," katanya.

"Apa yang dona tulis, apa yang dona paparkan setelah kita survey adalah benar adanya sesuai dengan apa yang tercantum di proposal. Saya tidak berjanji dan memberi harapan dona menjadi juara nasional, saya akan berjuang dan paparan di dewan penyeleksi setelah dari sini .Setidaknya dona telah mampu menjadi yang terbaik di Tingkat Provinsi, " imbuhnya.

Tim Juri dari Kemenpora yang hadir di dampingi Kadinporapar Kabupaten Purbalingga disambut oleh Ketua Paguyuban Pariwisata Purbalingga, Camat Bobotsari beserta jajarannya, anggota Koramil Bobotsari, Polsek Bobotsari dan Karang Taruna Kabupaten Purbalingga  . Kedatangan Tim Juri juga disambut sangat gembira oleh warga Kampung Warna Bobotsari dengan menampilkan berbagai musik tradisional. Tak ketinggalan berbagai makanan dan minuman khas Kampung Warna juga turut disajikan, diantaranya ada Kopi badeg dan jipang kacang .

Secara terpisah Dona Wahyuni De Fretes yang akrab disapa dona, mengaku bersyukur dan lega dapat melewati tahap penilaian secara maksimal. Kini, ditengah kesibukannya sebagai bidan di RS Goeteng, sembari menunggu hasil penilaian dia akan terus berjuang bersama teman-teman demi Kampung Warna. Sebagai motor di Kampung Warna sudah barang tentu akan menyita banyak waktunya, tapi dia akan terus bertekad semaksimal mungkin untuk terus mempertahankan Kampung Warna menjadi lebih baik .

Selasa, 28 Agustus 2018

Semarakkan HUT RI Ke 73, Purbalingga Gelar Festival Kentongan

Festival Kentongan 2018 di Kabupaten Purbalingga
Dalam rangka menyemarakkan HUT RI Ke 73 berbagai rangkaian kegiatan telah dilakukan di Kabupaten Purbalingga, salah satunya adalah Festival Kentongan. Festival yang diselenggarakan di seputar alun - alun Kota Purbalingga di ikuti oleh 13 peserta. Antusias warga yang menyaksikan begitu besar, hingga rela berdesak-desakan di sekitar panggung kehormatan, karena disitulah atraksi yang disuguhkan tiap peserta ditampilkan. 

Keluar sebagai juara pertama adalah grup kentongan Kalika Laras dari Desa Kalikajar Kecamatan Kaligondang . Disusul Laskar Ajisaka dan Citra Nada untuk juara kedua dan ketika. Sedangkan Juara Harapan 1, 2 dan 3 masing-masing diraih grup kentongan dari Titir Budaya, Irama Sabuk Wulung dan Putra Dewa.

Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ bersama suami Rizal Diansyah dan jajaran Forkopimda Purbalingga yang hadir menyaksikan festival kentongan tersebut, memberikan apresiasi kepada warga yang antusias memeriahkan gelaran festival hingga tumpah ruah memenuhi alun-alun Purbalingga. Atas antusias warga menyaksikan festival, dirinya berjanji bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Purbalingga akan mengagendakan penyelenggaraan festival kentongan, rutin disetiap tahunnya. 

Kamis, 09 Agustus 2018

Meriahkan HUT RI Ke 73, Golaga Gelar Upacara Dalam Goa

VISIT PURBALINGGA - Dalam rangka menyemarakkan HUT RI Ke 73, Golaga atau yang lebih dikenal dengan sebutan Goalawa Purbalingga akan mengadakan Upacara unik didalam goa, dan ini hanya ada di Kabupaten Purbalingga. Berikut adalah persiapan yang dilakukan guna kelancaran kegiatan tersebut. 


Rabu, 25 Juli 2018

Keindahan Puncak Bukit Njelir Di Purbalingga

Visit Purbalingga - Bukit Njelir merupakan salah satu keindahan alam di Kabupaten Purbalingga yang layak untuk kalian jelajahi. Bukit yang membatasi antara Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Pemalang ini memiliki ketinggian 1000 mdpl. Bagi pendaki pemula bukit njelir sangat recommended banget karena treknya yang tidak terlalu terjal dan menguras tenaga. 

Bukit Njelir bisa kalian tempuh selama ± satu jam perjalanan dari Golaga atau Goalawa Purbalingga.
Selama perjalanan kalian akan disuguhi pemandangan yang luar biasa indahnya. Melewati perkebunan dan hamparan kebun nanas akan mengurangi lelahnya perjalanan untuk sampai di puncak. Pingin tau info lebih lanjut mengenai Bukit Njelir atau paket campingnya ???
Yuuuk langsung kepoin aja di No Wa 087837000869.