Senin, 09 Juli 2018

Golaga Makin Memikat Wisatawan Untuk Datang Ke Purbalingga

Min,,, Goalawa kapan buka,  Miiin,,, Goalawa tiketnya berapa, Miiin,,, Goalawa apa masih ada lawanya (lawa=kelelawar) . Nah... beberapa pertanyaan itu kerap kali muncul di IGnya @goalawa ataupun di Fanspage @OW.GUALAWA selama GOLAGA atau Goalawa Purbalingga melakukan pembenahan baik didalam goa maupun diluar goa. Dan pertanggal 14 Juni 2018 atau satu hari menjelang lebaran meski pembenahan yang dilakukan baru beberapa % Golaga dibuka kembali dengan tampilan lighting dan beberapa daya tarik seperti coffeeshop didalam goa yang berhasil memikat wisatawan untuk berkunjung ke Golaga. 

Dengan harga tiket semasa libur lebaran seharga Rp. 15.000,- jumlah kunjungan wisatawan ke Golaga  naik drastis. Untuk lebaran sebelumnya kunjungan wisatawan ke Golaga selama sepuluh hari tidak lebih dari 18.000 pengunjung, lebaran kali ini kunjungan wisatawan bisa mencapai 33 ribu orang selama sepuluh hari. Suatu lonjakan luar biasa untuk wisata tertua yang ada di Purbalingga. 
Kini tiket Golaga kembali normal atau masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu hari senin - sabtu seharga Rp. 7.500,- dan untuk hari minggu Rp. 10.000,- .

Goalawa Purbalingga atau “GOLAGA” merupakan Goa yang tersusun dari batuan lava yang sangat unik dan menarik. Dari struktur batuan pembentuknya, Goa lava (Lava Tube) hanya ada di Purbalingga dan Bali. Hasil survei keguaan dengan metode Lead Frog Method dan pengukuran Chamber menggunakan metode poligon terbuka, luas ruangan Goa Lawa 6.683 meter persegi dengan panjang dari ujung ke ujung 1.200 meter. Semua bagian goa terbentuk dari lava gunung yang membeku. Lorong lava terbentuk pada aliran lava basal yang relatif encer dengan viskositas rendah, dan pada bagian permukaannya telah mengerak dan membeku. Sementara pada bagian dalamnya masih cair dan panas dengan suhu lebih dari 1.100 derajat celcius, dan tetap mengalir sehingga pada akhirnya menyisakan ruang berbentuk ruang atau tabung (tube).

Selain sebagai fenomena alam dengan karakteristik fisik dan proses yang khas, juga tersimpan kisah-kisah legenda di dalamnya. Kolaborasi antara karakter fisik dan legenda-legenda tokoh mencirikan Goa Lawa sebagai lokasi yang universal antara perilaku alam dan budaya. Bentuk-bentuk batuan dan ruang di dalam Goa Lawa menceritakan gambaran tokoh dan imajinasi mistis. Semua bagian tersebut mempunyai kisah legenda tersendiri. Memang kadang sulit untuk mengkaitkan kronologi budaya dalam legenda tersebut, tetapi legenda sudah menunjukkan bahwa Goa Lawa sebagai warisan alam sudah mendapat perhatian dan sentuhan dari manusia.

Dari cerita diatas sebenarnya namanya adalah Goa Lava, namun karena ilat jawa(lidah orang jawa) jadi dipelesetkan menjadi goalawa. Namun bukan berarti di Goalawa tidak ada kelelawarnya, ribuan kelelawar bisa wisatawan lihat saat hari menjelang sore atau sekitar jam setengah enam. Kebanyakan wisatawan bertanya," Mana kelelawarnya, kok gak ada kelelawarnya ???
Nah kembali lagi pada kelelawar yang dikenal sebagai binatang malam, jadi pada saat wisatawan datang di siang hari tentu tidak akan melihat kelelawar beterbangan meski di dalam goa. Namun apabila wisatawan masuk goa diantar pemandu dan tanya tentang kelelawar maka akan ditunjukkan dimana ribuan kelelawar itu bersarang. Makin penasaran kan ?? Nah bagi pembaca yang penasaran mending tonton aja cuplikan video berikut ini .

Rabu, 30 Mei 2018

Golaga 2018 Tampil Memukau

VisitPurbalingga.Com - Golaga atau Goalawa Purbalingga yang sudah berbenah dari bulan april 2018  akan tampil memukau wisatawan dengan penataan menarik di dalam goa maupun di luar goa. Meski belum semuanya selesai secara maksimal  namun  dibeberapa titik sudah tampil berbeda. Dengan adanya tampilan baru diharapkan minat pengunjung akan semakin meningkat dan pengunjung tidak merasa bosan dengan tampilan lama yang dirasa tidak ada perubahan.

Salah satu spot yang menarik dan unik ada di Goa Dada Lawa.  Sebagai maskotnya Goalawa atau Golaga memang sudah sepantasnya Goa Dada lawa di buat semenarik mungkin. Disitu ada salah satu keajaiban alam yang jarang kita temui yaitu berupa batu alami yang berbentuk dada lawa. Goa Dada Lawa kini layaknya sebuah istana kerajaan , anggap saja kerajaan kelelawar . 

Cahaya temaram dengan penataan lighting yang apik sangat menciptakan suasana yang sakral layaknya kita memang berada di istana. Dengan permainan tata cahaya yang memanfaatkan perbedaan efek cahaya, kita seolah terhipnotis untuk bisa berlama-lama berada di Goa Dada Lawa. Apalagi dengan adanya cahaya obor di kanan kiri sepanjang lorong yang akan menuju Goa Dada Lawa, sungguh membuat nuansa semakin tenang dan damai. 

Sentuhan lain juga ada di sendang drajat dan pancuran slamet . Untuk sendang drajat sendiri terdapat lighting dengan warna merah yang artinya pengunjung dilarang untuk mendekati area tersebut .
Ada empat goa yang di tandai dengan lighting warna merah yaitu : Sendang Drajat, Goa Pertapan, Goa Cepet, Goa Ratu Ayu. Nah, kira-kira sudah paham dengan lighting warna merah yaa :-D ,, intinya dilarang memasuki area ber lighting merah .

Spot lain yaitu di Balai Pertemuan Agung yang mempunyai ruangan yang cukup luas tapi belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pada pembenahan kali ini bebatuan yang ada di dalam balai pertemuan agung di ambil dan diratakan dan hasilnya ruangan yang cukup luas ini sudah bisa menampung sekitar 100 orang. Nantinya balai pertemuan agung akan digunakan untuk ruang rapat dan ini mungkin satu-satunya di indonesia ruang rapat di dalam gua. Ada satu spot menarik yang selama Goalawa jadi tujuan wisata belum pernah ada seorangpun yang mengabadikan fotonya di ruangan tersebut . Dan spot ini mungkin jadi satu PR untuk pengelola sebagai daya tarik supaya nantinya pengunjung juga bisa berfoto-foto disitu.

Lanjut kita menuju ke jembatan di dalam goa yg kini pengunjung tidak perlu berdesak-desakan karena  jembatan  sudah diperlebar dan pengunjungpun tidak perlu membungkuk dan  takut kejedug lagi. Akses menuju jembatan biasanya kita akan menaiki undak-undakan menuju Goa Batu Keris dan Ruang Langgar. Cukup menguras tenaga untuk bisa kesini karena memang lumayan tinggi. Undak-undakan kini sudah diratakan, akses menuju Ruang langgar dibuat satu jalan dan nantinya untuk wisata religi, dan ini juga untuk mengantisipasi supaya ruang langgar kesakralannya tetap terjaga.

Selama kita melintasi jembatan kita akan disuguhi pencahayaan lampu warna warni sampai kita akan menuju sebuah ruangan besar yang akan di gunakan untuk coffee shop. Coffee shop sendiri terletak di mulut gua . Sampai di Coffee shop kita bisa keluar untuk bisa menikmati udara segar, tapi.. upz, kita di kasih bonus untuk masuk goa lagi. Ada goa cepet dan Goa Ratu ayu akan kita jumpai selama perjalanan untuk benar-benar keluar dari dalam goa. Ech ada satu lagi spot menarik disamping Goa Ratu ayu, apabila di luar cuaca cerah pengunjung bisa berfoto dibawah ventilasi dengan background cahaya dari atas  yang akan menyinari, kita sebut saja itu cahaya dari surga .

Nah akhirnya kita bisa keluar gua dan kembali menikmati segarnya udara pegunungan. Tapii,,, jangan buru-buru dulu untuk selesai membacanya. Yang kalian baca dari tadi adalah perjalanan di dalam goa dari arah pintu keluar :-D , karena untuk pengelolaan kali ini antara pintu masuk dan pintu keluar dibalik . Jadi arah yang benar adalah Goa Ratu Ayu, Goa Cepet, Coffe Shop, Jembatan, nah sehabis jembatan terserah dech pengunjung mau naik ke ruang langgar dan batu keris atau tidak. Kalau tidak kita teruskan perjalanan menuju Waringin seto, Gua Pertapan, Balai pertemuan agung, Sendang drajat dan pancuran slamet, Goa Dada Lawa, Istana Lawa dan terakhir adalah batu semar.

Nah itu adalah beberapa spot terbaru yang ada di Golaga atau Goalawa Purbalingga, untuk yang di luar goa akan kita coba infokan dalam minggu depan yaa ?/ Makanya jangan kemana-mana, tetap terus akses www.visitpurbalingga.com untuk info-info wisata di Kabupaten Purbalingga. 

Galeri
Goalawa tampil memukau

Keterangan Gambar yang bernomor :
1. Spot foto di pintu masuk ata tepatnya diatas coffee shop
2. Yang ini ilustrasi mimin yaa ,, mudah2 an disetujui pengelola. jadi jangan dicari-cari dulu spotnya
    Kontur goa n lightingnya itu asli, mimin hanya nambahin lampion yang diatas dengan
    memanfaatkan cekungan kontur goa yang tidak kena sinar lighting.
3. Nah yang ini spot baru juga yang belum pernah ada yang mengabadikan di lorong tersebut.
    Adanya di ujung Balai Pertemuan Agung. Kalian harus bawa tangga untuk sampai diatasnya.
    Ini juga salah satu spot bagus yang bisa dijadikan daya tarik tambahan . Mmin juga pernah curhat
    ke pengelolanya supaya dikasih tangga permanen biar pengunjung bisa berselfie juga. Ech tapi
    jangan ngarep dapat roll kalau cuaca diluar sana berkabut yaa :-D

Jumat, 27 April 2018

Mengenang Goalawa Yang Berubah Nama Menjadi Golaga

Goa Dada Lawa
VisitPurbalingga.Com - Bagi warga Purbalingga pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Goalawa atau Gualawa. Nama yang dikenal karena menjadi salah satu tempat wisata di Purbalingga yang berhawa sejuk dan memiliki keunikan dengan kontur goanya. Yaa,, Goalawa yang terletak di Desa Wisata Siwarak, Kecamatan Karangreja kini tengah melakukan pembenahan yang dilakukan oleh PD Owabong, baik diarea taman maupun didalam gua itu sendiri. Dengan adanya pembenahan ini juga nantinya nama Goalawa diubah menjadi Golaga (Goalawa Purbalingga). Diharapkan dengan adanya pembenahan dan penggantian nama Golaga kedepan bisa memiliki daya pikat dan lebih menarik wisatawan untuk berkunjung dengan suasana dan tampilan baru .

Kilas Balik Goalawa Tempo Doeloe
Menelusuri Obyek Wisata Gualawa mempunyai kebanggaan tersendiri karena Gua Lawa merupakan keajaiban alam yang mungkin satu-satunya di Indonesia. Umumnya gua-gua yang ada di Indonesia terdiri dari batuan kapur dan berada di lereng bukit, sehingga sering melahirkan stalagnit dan stalagmit. Sedangkan Gua Lawa termasuk gua vulkanik yang terbentuk dari lava pegunungan aktif yang meleleh dan mengalami pendinginan beribu-ribu, bahkan berjuta-juta tahun.

Proses pendinginan lava ini mengakibatkan batuannya keras dan kuat dengan warna hitam tanpa menimbulkan stalagnit maupun stalagmit. Tebal batuan bisa mencapai 50 meter, sehingga tahan terhadap guncangan.Letaknya juga tidak di lereng bukit, tapi di bukit. Proses alami dari gaya tarik bumi tidak mungkin terjadi di daerah kapur. Ciri-ciri gua vulkanik antara lain terdapat lorong dan mata air yang terjadi secara alami.

Untuk menikmati keindahan Gua Lawa kita harus menuruni lubang tanah yang menganga dan menelusuri lorong-lorongnya. Melewati jalan selebar satu meter, kita akan menikmati kelembaban di dalam gua dan kesejukan mata air yang selalu menetes dari dinding-dinding gua. Di setiap dua-tiga puluh meter perjalanan menelusuri gua, kita bisa menengok ke atas dan menyaksikan lubang tanah berdiameter lebar -- yang selama ini berfungsi sebagai ventilasi gua.Lubang-lubang itu terbentuk dari proses alam, bukan dibuat manusia.

Semula terdapat 17 lubang. Belakangan dua lubang mengalami kerusakan dan mulai menyempit dengan sendirinya. Di atas lubang-lubang itu, kini dibuat atap permanen dari genteng berbentuk jamur hingga terlihat  asri. Setelah menelusuri gua sepanjang 1,5 km, tentu kita akan merasa capek. Tapi keajaiban-keajaiban yang bisa kita temukan di bumi Purbalingga ini, akan segera mengusir rasa lelah. Apalagi untuk mereka yang menyukai olahraga jalan sehat. Tidak hanya kesegaran tubuh yang bisa didapat, tapi juga kesegaran pikiran dan jiwa.

Ada sekitar 14 nama gua yang bisa kita temui dalam satu perjalanan di Gua Lawa itu.Masing-masing gua mempunyai cerita dan legenda tersendiri, yang tentu sangat menarik untuk didengarkan. Saat memasuki pintu gua misalnya, kita bisa menyaksikan 'Gua Batu Semar'. Nama ini diambil karena di dalam gua itu terdapat sebuah batu yang sangat mirip dengan sosok Semar, seorang tokoh dalam jagat pewayangan. Ini adalah batu alami yang sudah berada di tempat itu selama jutaan tahun silam.

Dengan satu kali kelokan, perjalanan akan mengantarkan kita Gua Waringin Seto, salah satu goa yang mirip dengan pohon beringin . Lanjut perjalanan kita akan masuk ke istana lawa dan Gua Dada Lawa. Gua ini sangat indah karena di samping bentuknya seperti dada kelelawar raksasa, juga memiliki kolam yang airnya sangat jernih dan tidak pernah kering. Setelah meninggalkan Gua Dada Lawa, kita memasuki satu lokasi yang memiliki tiga buah gua, yaitu 'Gua Pancuran Slamet', 'Gua Sendang Slamet', dan 'Gua Sendang Drajat'. Kedua gua yang disebut pertama memiliki pancuran air yang tak pernah kering. Konon, siapa saja yang mencuci muka dengan air dari pancuran ini akan menjadi awet muda dan memiliki wajah berseri-seri. Sementara 'Gua Sendang Drajat' terdapat mata air yang diyakini mampu mendatangkan rezeki bagi siapapun yang meminumnya.

Setelah meninggalkan Gua  Sendang Drajat kita akan menemukan Gua yang sangat lebar di dalamnya yang dinamakan Balai Pertemuan Agung atau gangsiran Bupati Goentoer, dimana semasa Bupati Goentoer inilah Gualawa mulai dilakukan pengerukan lumpur. Setelah meninggalkan Gangsiran Bupati Goentoer maka kita akan melihat Lorong pertapaan dimana dilorong inilah sering kita jumpai orang yang bersemedi pada hari-hari tertentu. Setelah meninggalkan Lorong Pertapaan kita akan menuju ke Gua Batu Keris, Ruang langgar dan akan dibawa melewati jembatan yang mempunyai air yang sangat jernih dan sedingin air kulkas. Lanjut perjalanan maka kita akan melewati ruangan yang sangat lebar dan tangga naik untuk keluar.

Upz,,, kita belum keluar, masih ada tambahan waktu untuk melikmati keindahan perut bumi dengan masuk ke gua lagi, dan yang pertama kita jumpai adalah Gua Cepet dimana gua cepet juga mempunyai keunikan atau cerita tersendiri . Lanjut dari Gua Cepet kita akan melihat lagi satu ruangan dengan dibatasi pagar besi, dimana di ruangan tersebut adalah ruangan yang digunakan untuk bertapa kaum hawa . Ceritanya kayak apa ?? Silakan pembaca datang ajja kesini untuk melihat-lihat langsung ada apa ajja sii di balik keunikan Gualawa yang banyak mempunyai nilai sejarah ..

Lokasi obyek Gualawa seluas 11 hektar dan berada di sisi timur Gunung Slamet ini memang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak, taman kenangan , panggung terbuka. Dan ada juga  Gua Lorong Kereta yang pengelolaan dan paket wisatanya bisa menghubungi Pokdarwis Lawa Mandiri. Goa Lorong Kereta adalah wisata minat khusus, yang mengharuskan tiap wisatawan yang akan melakukan petualangan susur gua wajib menggunakan peralatan tambahan seperti Helm, Headlamp, sepatu boot demi kenyamanan selama melakukan penyusuran. Goa Lorong Kereta memiliki banyak variasi lorong. Dari lorong yang berair, berlumpur, lorong dengan diameter lebar hingga super sempit dan juga lorong yang terjal. Kayak apa keseruan susur gua lorong kereta ?/ kalian bisa langsung hubungi contact person DISINI untuk booking paket wisatanya.
Beberapa tahun lalu, Gua Lawa bahkan dilengkapi dengan sebuah kebun binatang mini yang menampung sejumlah jenis satwa. Sekarang, pengunjung tak bisa lagi menyaksikan berbagai satwa di sana karena biaya pemeliharaan yang tinggi.

Suasana teduh sangat terasa di lokasi bermain anak dan taman kenangan. Banyak pohon pinus yang sudah mulai besar. Di samping untuk kesejukan, pohon-pohon juga berfungsi menampung kadar air dalam tanah. Gua Lawa berjarak sekitar 25 km di sisi utara pusat Kota Purbalingga. Bisa ditempuh selama satu jam dengan melewati jalan menanjak dan berkelok. Untuk mencapai tempat yang indah itu, tersedia cukup banyak kendaraan umum. Perjalanan juga bisa dilakukan dari kota Purwokerto melewati wanawisata dengan rimbunan pepohonan.

Legenda Gualawa
Menurut cerita rakyat setempat, gua lawa mempunyai cerita legenda tersendiri yang erat kaitannya dengan terciptanya nama Desa Wisata Siwarak. Konon pada waktu Agama Islam mulai berkembang di Pulau Jawa khususnya, maka di wilayah Banyumas ini ada dua mubaligh dengan dua orang pengikutnya yang mendapat tugas mengembangkan Agama Islam, mereka itu bernama Akhmad dan Mohamad yang kakak beradik serta Bangas dan Bangis. Di dalam bertugas mengembangkan Agama Islam, mereka mendapatkan tantangan hebat dari Pemerintah Kerajaan Majapahit. seorang panglima telah ditugaskan untuk membendung perkembangan Agama Islam, yakni Ki Sutaraga. Dalam tugasnya Ki Sutaraga telah berhasil mematahkan usaha penyebaran agama Islam, sehingga dalam menghadapi kekuatan Ki Sutaraga ini, Akhmad dan Mohammad terpaksa melarikan diri. secara kebetulan dapat bersembunyi di dalam Gua. Mereka kemudian bersembunyi didalam gua untuk memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa bagaimana caranya dapat menyelamatkan diri untuk selanjutnya melaksanakan tugas mereka.

Dalam keheningan, kedua orang kakak beradik itu, memperolah ilham dari Tuhan YME. agar mereka berdua berganti nama yakni Ahmad berganti nama Taruno dan Mohammad berganti nama menjadi Taruni. Setelah mengganti nama masing-masing mereka keluar dari gua.
Belum lama mereka berjalan di hentikanlah mereka oleh seorang yang gagah perkasa, yang ternyata adalah Ki Sutaraga, Senopati Majapahit. Waktu mereka ditanya oleh Ki Sutaraga, apakah mereka melihat Ahmad dan Mohammad, maka dengan cerdiknya mereka menjawab, bahwa mereka sering melihat Ahmad dan Mohamad. tetapi dua hari yang lalu, kedua orang tersebut telah mati diterkam dan dimakan oleh tiga ekor harimau.

Satu keuntungan bagi Akhmad dan Muhamad, bahwa Ki Sutaraga sebelumnya memang belum pernah melihat dan bertemu mereka. Oleh karena itu, apa yang mereka tuturkan dipercaya sepenuhnya oleh Ki Sutaraga. serta merta Ki Sutaraga memberitahukan kepada pasukannya, bahwa kedua orang yang mereka kejar-kejar itu dua hari yang lalu telah di makan harimau. Bersorak-soraklah pasukan Kerajaan Majapahit itu.
Ahmad dan Mohamad mati ! Ahmad dan Mohamad mati! " sedang orang yang mereka katakan mati itu, dengan aman dan tentram pergi menjauh meniggalkan tempat tersebut, pergi keutara untuk melanjutkan perjuangan mengembangkan Agama Islam.

Sorak-sorai pasukan Kerajaan Majapahit itu tertangkap juga oleh teliga Bangas dan Bangis, pengikut setia Akhmad dan Mohamad. Mereka ingin menuntut balas dan langsung menemui Ki Sutaraga, senopati yang sakti pilih tanding itu , dan dengan lantangnya Bangas dan Bagis menantang Ki Sutaraga untuk berperang tanding. Namun Ki Sutaraga, yang di samping Sakti juga waskita itu, tidak menanggapi tantangan Bagas dan Bangis. Sikap Ki Sutaraga membuat bangas dan Bangis menjadi penasaran, dan dengan kemarahan, mereka menyerang ki Sutaraga. Melihat gelagat yang tidak baik itu, Ki Sutaraga hanya bertolak pinggang, sambil berkata dengan suara gemuruh bergulung-gulung : Hai, kamu Bangas dan Bangis ! kamu berdua adalah manusia-manusia yang tak tau diri, tingkah laku mu seperti binatang saja layaknya".

Demikianlah, karena kesaktian ucapan Ki Sutaraga, dengan mendadak sontak, Bangas dan Bangis berubah sipat dan wujudnya menjadi dua ekor binatang badak (jawa : warak) melihat kejadian itu para prajurit berteriak-teriak : "Warak......warak....!"  akhirnya setelah ki Sutaraga di liputi oleh ketenangan, prajurit-prajuritnya yang berteriak-teriak itu di kumpulkan, sambil diminta untuk menyaksikan ucapannya, yakni : "Hai prajurit-prajurit semua, dengar dan saksikan. karena peristiwa yang menimpa ke dua orang itu, yakni bagas dan bangis, yang karena ulahnya sendiri telah berubah menjadi warak, maka supaya kalianlah yang mejadi saksi. dihari kemudian bila hutan ini dapat tumbuh menjadi pedesaan, maka desa tersebut aku beri nama Desa Siwarak.
Demikianlah legenda Goalawa yang mempunyai keterkaitan dengan nama Desa Siwarak.

Demikianlah ulasan, cerita dan sejarah tentang Goalawa tempo doeloe, dan ada apa saja untuk Goalawa atau Golaga yang akan datang, tunggu saja artikel berikutnya :-) :-) .. 
Bagi yang belum tahu tentang rute perjalanan ke Gualawa, berikut akan saja jelaskan detail rutenya.
Untuk mencapai Obyek Wisata Gualawa tidaklah sulit. Jika Anda dari Kota Purbalingga, arahkan kendaraan Anda ke utara sejauh 27 km. Setelah sampai di Jalan Raya Purbalingga-Pemalang, atau lebih tepatnya di pertigaan Kecamatan Karangreja, terdapat papan selamat datang Obyek Wisata Gua Lawa, ikuti penunjuk arah tersebut, kurang lebih sekitar 3 km dengan jalan yang agak sedikit naik sampailah Anda di lokasi Wisata Gua Lawa. Dengan kondisi jalan yang baik membuat perjalanan Anda akan lancar sampai tujuan. Bagi wisatawan dari luar kota yang ingin tinggal beberapa hari di Desa Wisata Siwarak jangan kwatir, ada beberapa penginapan dan homestay milik warga yang bisa dijadikan untuk tempat istirahat dan bermalam Anda setelah melakukan serangkaian kegiatan di Desa Wisata Siwarak.
Galeri Gualawa Tempo Doeloe
Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Tangga masuk lorong Gua2 Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa

Rabu, 18 April 2018

PURBALINGGA ANTI MAINSTREAM !!! Kalian Wajib Coba Ini

VisitPurbalingga.Com - Suka tantangan ??? Paket wisata minat khusus ini wajib kalian coba saat berkunjung ke Purbalingga. Biasanya kita menjadi luar biasa saat bisa foto di puncak gunung, tapi ini menjadi sesuatu yang beda, yang tidak bisa kalian dapatkan ditempat lain. Susur hutan, Canyoning dan rappelling adalah paket petualangan yang akan menguji adrenalin kalian . Dan disini kalian akan merasakan pengalaman, sensasi dan kepuasan yang luar biasa. Penasaran ??? Berikut akan kami ulas beberapa paket wisata yang harus kalian coba.

1. Rappeling
Rappeling adalah kegiatan menuruni tebing atau curug dengan seutas tali, dimana kita harus melangkah mundur dengan posisi kuda-kuda. Telapak kaki berpijak pada dinding tebing dengan badan doyong sekitar 60 derajat. Rasakan sensasi guyuran air curug saat kalian menuruni tebing sesekali bergaya dan selfie untuk diabadikan moment yang jarang kalian dapatkan .
Meskipun ini adalah kegiatan ekstrim tapi tenang saja ,, kalian akan dipandu operator yang berpengalaman dan mendapatkan asuransi selama kegiatan.
Untuk fasilitas kegiatan yang kalian dapatkan adalah :
Guide, peralatan rappeling, P3k, tiket masuk, asuransi, dokumentasi(soft copy file)

2. Susur Hutan
Berpetualang menyusuri hutan dengan berjalan kaki, menikmati segarnya pegunungan yang masih asri. Sambil belajar mengenal beberapa tumbuhan yang dipakai penduduk setempat sebagai obat tradisional. Mengenal buah-buahan hutan yang jarang kalian jumpai sehari-hari, dan mengenal beberapa satwa yang bisa kalian jumpai selama melakukan perjalanan. Untuk fasilitas selama kegiatan adalah : Guide, air mineral, makan 1x, snack 1x, P3k, asuransi dan soft copy dokumentasi.

3. Canyoning
Menyusuri sungai dengan berbagai cara sesuai medan yang akan kalian jumpai selama perjalanan. Berjalan, meluncur, melompat, menuruni tebing menggunakan tali hingga berenang merasakan segarnya air pegunungan yang jernih adalah rutinitas yang akan kalian dapatkan selama perjalanan. Rasakan hal hebat yang belum pernah kalian dapatkan dan kalian rasakan . Abadikan setiap moment yang kalian rasakan selama melakukan petualangan bersama kami. Fasilitas kegiatan :
Guide, peralatan rappeling, p3k, tiket masuk wisata, local transport, asuransi dan soft copy dokumentasi .
Paket Wisata yang harus kalian coba
Gimana ??? Asyik kan ?? Dan yang jelas kalian akan mendapatkan pengalaman baru pada setiap petualangan yang dilakukan bersama kami. Untuk informasi paket segera hubungi kontak person kami DISINI

Minggu, 15 April 2018

Desa Wisata Onje,Wisata Sejarah Dan Budaya Di Purbalingga

Wisata Religi Di Purbalingga
VisitPurbalingga.Com - Kalian harus tahu kalau di Kabupaten Purbalingga ada desa tua yang mempunyai keunikan dan babad sejarah sendiri. Yaaa,, namanya Desa Onje, berada di Kecamatan Mrebet. Desa Onje yang sudah berkembang menjadi Desa Wisata memiliki banyak potensi menarik untuk dikunjungi. Dari segi sejarah, budaya dan peninggalan leluhur seperti Masjid Raden Sayyid Kuning, Makam Adipati Onje, Batu Arca, dan Batu Dakon. Dan bukan hanya itu, dari segi alamnya Desa Onje juga memiliki potensi wisata air yang sangat menarik untuk anda rasakan sensasinya.

Desa Onje merupakan salah satu desa yang berjasa dalam syiar agama islam di Kabupaten Purbalingga.Tak heran jika desa onje juga dijadikan wisata religi, mengingat salah satu peninggalannya yaitu Masjid R Sayyid masih berdiri megah hingga kini . Masjid yang dulunya lebih di kenal dengan sebutan masjid onje diklaim usianya lebih tua dari masjid agung demak yang dibangun oleh wali songo. Oke.. langsung saja VisitPurbalingga.Com akan mencoba mengulas beberapa tempat di Desa Wisata Onje yang wajib anda kunjungi saat berlibur bersama teman ataupun keluarga. Simak baik-baik artikel berikut ini.

1. Masjid Raden Sayyid Kuning
Adalah salah satu masjid tertua di kabupaten Purbalingga. Keberadaan masjid ini sebenarnya jauh sebelum kadipaten onje berdiri. Dalam ceritaturun temurun yang dipercaya masyarakat Onje, ada seorang pengelana asal tanah Arab datang ke tanah Jawa. Seorang bernama Syekh Mubakhir dan seorang lagi Syekh Samsudin. Dahulu Desa Onje masih berupa hutan belantara dan menjadi salah satu tempat yang pernah dilalui oleh seorang wali dalam perjalanannya menyebarkan Islam. Namanya adalah Syekh Samsudin. Beliau berhenti di Onje, untuk melaksanakan shalat. Saat itu dipilihnya sebuah batu besar. Dan kini batu tersebut disimpan dibawah mimbar Masjid Sayyid Kuning. Awalnya konon masih pakai atap daun pakis.

Memasuki era Wali Songo, tanah Onje pun tak luput dari perjalanan Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati,dan Sunan Kali jaga. Tidak diketahui secara pasti kapan mereka tiba. Hanya saja ini terjadi jauh sebelum Ki Tepus Rumput berkelana hingga tempat ini. Menurut Kyai Maksudi para Wali ini terkejut ketika menemukan tempat untuk bersholat di sisi sebelah barat Jojog Telu. Karena itulah mereka pun berinisiatif untuk membangun masjid. Oleh mereka, bangunannya lantas dirombak total. Tiang penyangga yang semula dibuat dari kayu pakis diganti kayu jati yang hingga kini masih asli. Yang unik, empat tiangnya mirip penyangga di Masjid Agung Demak. Hanya ukurannya yang lebih kecil. Tiang penyangga yang berjumlah 4, sampai saat ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan  tidak meninggalkan keasriannya dengan mempertahankan 4 tiang penyangganya.

2. Batu Arca Bukut
Batu Arca Bukut dikelilingi susunan batu andesit berbentuk bulat. Batu tersebut ditemukan di halaman rumah warga yang dikelilingi tembok batu dan tumbuhan. Secara turun temurun dikisahkan jika arca ini memiliki kaitan dengan Babad Onje. Di tempat ini sering disebut nama Ki Tepus Rumput dan Ki Kantharaga. Lantas Batu Arca Bukut dikaitkan sebagai perwujudan sosok Ki Tepus Rumput.

3. Situs Batu Dakon
Batu dakon adalah sebuah batu yang memiliki 7 lubang, dimana batu ini terletak pada daerah jojok 3 atau kedung mertelu. Diceritakan bahwa saat dulu ada seorang putri yang bernama Putri kajoran ,beliau mempunyai kebiasaan mandi di jojok 3 kali Onje. Ditempat itu beliau juga mempunyai kebiasaan menggosok giginya menggunakan serbuk batu dan serbuk batu tersebut diperolehnya dengan cara menumbuk batu sehingga terbentuklah lubang - lubang seperti lumpang .  Situs batu yang di lindungi sebagai benda cagar budaya ini merupakan situs pra sejarah dan terletak tidak jauh dari jojok telu.di kisahkan,dakon atau watu lupang ini merupakan peninggalan dukun bayi semasa Adipati Onje II (dua). Situs ini sering di kunjungi oleh para peziarah yang sedang berwisata di desa Onje.

4. Makam Adipati Onje
Adipati Onje II (Raden Anyakrapati) merupakan anak Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) Raja Kerajaan Pajang dari selir putri Adipati Menoreh yang bernama Kencana Wungu. Raden Anyakrapati menjadi Adipati Onje II sekitar tahun 1590 M setelah menggantikan Ki Tepus Rumput atau Adipati Ore-Ore. Di bawah kepemimpinan Adipati Onje II, Kadipaten Onje menjadi kadipaten yang luas kekuasaannya. Makam Adipati Onje II dan tokoh lain terletak di Grumbul Pesawahan Desa Karangturi. Makam ini terpisah dari makam lain dibatasi benteng batu (kandang sengker) dengan pintu gerbang. Makam ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang sangat sering dikunjungi oleh para peziarah.

5. Klawing Tubing
Salah satu wisata alam yang ada di Desa Wisata Onje adalah menyusuri indahnya sungai klawing. Bagi Anda penggemar wisata minat khusus ini sangat cocok untuk memacu adrenalin melewati jeram-jeram yang mempunyai banyak tantangan. Meski melewati jeram yang menantang, namun rafting ataupun tubing di hulu sungai Klawing tetap aman. Wisatawan yang baru pertama kali mencoba , tak perlu takut dan was-was karena para pemandunya sudah mahir dan berpengalaman. Rafting dan Tubing di Desa Wisata Onje bisa dinikmati sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau sekalipun.

Demikianlah ulasan yang dapat kami sampaikan . Apabila pembaca ada yang tertarik untuk berwisata ke Purbalingga dan membutuhkan Paket Wisata jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami lewat kontak yang tersedia. Terimakasih dan tunggu artikel kami berikutnya ....