Gara-gara Kebijakan Baru WhatsApp, Pengguna Aplikasi Signal Membludag

Salah satu aplikasi chatting terbaru yang di gadang-gadang bakalan menjadi pesaing whatsApp adalah aplikasi Chatting Signal yang mulai kebanjiran pengguna baru sejak WhatsApp mengumumkan kebijakan baru yang mengharuskan pengguna membagikan data ke Facebook. Hal itu mengakibatkan adanya keterlambatan pengiriman verifikasi kode ke nomor ponsel pengguna.

Lantas, apa sebenarnya aplikasi Signal? Signal adalah aplikasi perpesanan sebagaimana WhatsApp. Aplikasi ini bisa diunduh di platform Android maupun iOS dan tersedia pula untuk versi desktop.

Seperti WhatsApp, Signal juga bisa digunakan secara gratis dan terenkripsi. Antarmuka aplikasi ini hampir serupa dengan WhatsApp, termasuk fitur-fitur di dalamnya.

30 Tempat Wisata Hits di Purbalingga | Paling Populer

Tak heran, sebab pembuatnya adalah orang yang sama. Signal dikembangkan oleh Signal Foundation dan Signal Messenger LLC.

Signal Foundation adalah lembaga non-profit yang didirikan oleh founder WhatsApp, Brian Acton pada tahun 2018, setelah dirinya hengkang dari Facebook Inc.

Berbeda dengan WhatsApp, Signal dikembangkan dengan model swadaya. Pengguna bisa menjadi donatur untuk Signal Foundation yang menyebut ingin mengembangkan layanan komunikasi yang mengutamakan privasi.

Privasi
Dirangkum dari Cnet, agak sulit mengalahkan Signal dalam urusan privasi. Aplikasi ini disebut tidak menyimpan data penggunanya sama sekali.

Hal ini juga diungkap Forbes yang memaparkan perbandingan metadata dari berbagai aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, iMessage, Facebook Messenger, dan Signal.

Dari tabel yang ditampilkan, Signal tidak menghimpun data apa pun dari penggunanya, selisih yang jauh berbeda dari metadata yang dihimpun WhatsApp dan Facebook Messenger.

Dinosaurus Lembah Asri | Ramai Dikunjungi Wisatawan

Dalam laman kebijakan privasinya, Signal mengklaim bahwa mereka menggunakan enkripsi ujung ke ujung (end-to-end encryption) dan sistem keamanan yang modern. Semua pesan dan panggilan pengguna akan dienkripsi sepenuhnya.

"Mereka (data pengguna) tidak akan dibagikan atau dilihat oleh siapapun kecuali anda dan penerima pesan," begitu catatan kebijakan privasi Signal.

Tidak hanya pesan, informasi pengguna, termasuk nomor yang digunakan untuk registrasi, profil, dan foto profil juga akan dienkripsi.

Pada 2018 lalu, Signal memperkenalkan Sealed Sender, fitur privasi mutakhir yang akan menyembunyikan siapa pengirim pesan dan siapa penerimanya. Fitur ini akan semakin melindungi metadata pengguna di sistem back-end.

Fitur mirip WhatsApp
Seperti dikatakan sebelumnya, fitu-fitur di Signal persis seperti yang tersedia di WhatsApp, termasuk fitur dasar seperti pesan teks, gambar, video, suara, GIF, dan dokumen. Signal juga memiliki fitur mute, video call personal dan grup hingga lima orang.

Ada pula fitur disappearing messages atau menghapus pesan otomatis yang baru-baru ini ditambahkan WhatsApp. Bedanya, di Signal pengguna bisa mengatur waktu kapan pesan otomatis terhapus, mulai dari 5 detik hingga 7 hari.

Sementara WhatsApp hanya menyediakan default hapus pesan setelah 7 hari. Karena kemiripan fitur ini, kemungkinan besar pengguna WhatsApp yang hijrah ke Signal tidak akan menemukan kesulitan dalam beradaptasi.

Dalam keterangan yang diunggah di akun Twitter Signal, dikatakan bahwa pengiriman kode verifikasi untuk beberapa provider seluler terhambat karena jumlah pendaftar baru yang melakukan registrasi membludak. Namun saat admin visit purbalingga mencoba untuk registrasi dengan menggunakan kartu telkomsel tidak ada keterlambatan dalam melakukan proses registrasi.

"Verifikasi kode ke beberapa provider saat ini mengalami keterlambatan karena sangat banyak orang baru yang ingin bergabung dengan Signal (kami nyaris tidak dapat mengungkapkan kegembiraan ini). Kami tengah bekerja mengatasi hal ini secepat mungkin. Mohon ditunggu," demikian bunyi pernyataan resmi Signal.

Mau Nonton Youtube Yang menghasilkan uang, Begini caranya !!!

Selang beberapa jam setelah keterangan tersebut diunggah, Signal menyampaikan masalah pengiriman verifikasi kode sudah teratasi. Pengguna dapat melakukan registrasi tanpa hambatan lagi.

Signal menjadi salah satu platform chatting yang diserbu masyarakat setelah WhatsApp mengumumkan kebijakan kontroversial. Aplikasi ini diyakini lebih aman karena menggunakan enkripsi end-to-end secara default dan berdasarkan standar open source. Signal juga didanai oleh Brian Acton, co-founder WhatsApp yang telah beberapa kali mengkritik kebijakan privasi WhatsApp setelah dibeli Facebook.

Banyaknya pengguna yang hijrah dari WhatsApp ke Signal juga didorong tweet dari CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk. Pada Rabu (7/1), Elon mengunggah tweet berisi meme yang menyentil Facebook sebagai perusahaan induk WhatsApp.

Meme tersebut memperlihatkan barisan domino yang semakin besar, untuk mewakili awal berdirinya Facebook sebagai situs untuk menilai kecantikan mahasiswa di Harvard University, sampai menjadi platform besar yang berperan dalam kericuhan yang mengganggu proses pengesahan Joe Biden sebagai presiden terpilih.

Pada tweet lain di hari yang sama, Elon menyarankan pengikutnya di Twitter untuk beralih menggunakan Signal. "Gunakan Signal," cuitnya.

Tak hanya Signal, Aplikasi perpesanan Telegram juga dilaporkan mengalami peningkatan penggunaan yang tiba-tiba. Diduga ini terkait geger di antara pengguna pesaing terbesar mereka, WhatsApp, pasca disebarnya notifikasi kewajiban pembaruan ketentuan dan kebijakan privasi.

Kebijakan baru WhatsApp tersebut ramai dibicarakan di media sosial. Aplikasi pesan milik Facebook yang menggunakan teknologi enkripsi end-to-end tersebut mengeluarkan notifikasi itu Rabu, 6 Januari 2021, untuk rencananya mulai diberlakukan per 8 Februari mendatang.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 9 Januari 2021, sejumlah penggiat hak privasi mempertanyakan opsi "terima pengambilan data atau keluar" yang disisakan WhatsApp tersebut di Twitter. Mereka menyarankan pengguna untuk beralih ke aplikasi perpesanan lain, seperti Telegram dan Signal.

Menurut pantauan perusahaan analis data Sensor Tower, lebih dari 100 ribu pengguna menginstal Signal di seluruh toko aplikasi Apple dan Google dalam dua hari terakhir. Sedang Telegram memperoleh hampir 2,2 juta unduhan.

Sementara itu, pemasangan baru aplikasi WhatsApp turun 11 persen dalam tujuh hari pertama 2021 dibandingkan dengan pekan sebelumnya. "Tapi secara global masih berjumlah sekitar 10,5 juta unduhan," kata Sensor Tower.

Info terbaru tentang sosial masyarakat, event, wisata, budaya dan kuliner yang lagi hits.

No comments: