Jumat, 27 April 2018

Mengenang Goalawa Yang Berubah Nama Menjadi Golaga

Goa Dada Lawa
VisitPurbalingga.Com - Bagi warga Purbalingga pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama Goalawa atau Gualawa. Nama yang dikenal karena menjadi salah satu tempat wisata di Purbalingga yang berhawa sejuk dan memiliki keunikan dengan kontur goanya. Yaa,, Goalawa yang terletak di Desa Wisata Siwarak, Kecamatan Karangreja kini tengah melakukan pembenahan yang dilakukan oleh PD Owabong, baik diarea taman maupun didalam gua itu sendiri. Dengan adanya pembenahan ini juga nantinya nama Goalawa diubah menjadi Golaga (Goalawa Purbalingga). Diharapkan dengan adanya pembenahan dan penggantian nama Golaga kedepan bisa memiliki daya pikat dan lebih menarik wisatawan untuk berkunjung dengan suasana dan tampilan baru .

Kilas Balik Goalawa Tempo Doeloe
Menelusuri Obyek Wisata Gualawa mempunyai kebanggaan tersendiri karena Gua Lawa merupakan keajaiban alam yang mungkin satu-satunya di Indonesia. Umumnya gua-gua yang ada di Indonesia terdiri dari batuan kapur dan berada di lereng bukit, sehingga sering melahirkan stalagnit dan stalagmit. Sedangkan Gua Lawa termasuk gua vulkanik yang terbentuk dari lava pegunungan aktif yang meleleh dan mengalami pendinginan beribu-ribu, bahkan berjuta-juta tahun.

Proses pendinginan lava ini mengakibatkan batuannya keras dan kuat dengan warna hitam tanpa menimbulkan stalagnit maupun stalagmit. Tebal batuan bisa mencapai 50 meter, sehingga tahan terhadap guncangan.Letaknya juga tidak di lereng bukit, tapi di bukit. Proses alami dari gaya tarik bumi tidak mungkin terjadi di daerah kapur. Ciri-ciri gua vulkanik antara lain terdapat lorong dan mata air yang terjadi secara alami.

Untuk menikmati keindahan Gua Lawa kita harus menuruni lubang tanah yang menganga dan menelusuri lorong-lorongnya. Melewati jalan selebar satu meter, kita akan menikmati kelembaban di dalam gua dan kesejukan mata air yang selalu menetes dari dinding-dinding gua. Di setiap dua-tiga puluh meter perjalanan menelusuri gua, kita bisa menengok ke atas dan menyaksikan lubang tanah berdiameter lebar -- yang selama ini berfungsi sebagai ventilasi gua.Lubang-lubang itu terbentuk dari proses alam, bukan dibuat manusia.

Semula terdapat 17 lubang. Belakangan dua lubang mengalami kerusakan dan mulai menyempit dengan sendirinya. Di atas lubang-lubang itu, kini dibuat atap permanen dari genteng berbentuk jamur hingga terlihat  asri. Setelah menelusuri gua sepanjang 1,5 km, tentu kita akan merasa capek. Tapi keajaiban-keajaiban yang bisa kita temukan di bumi Purbalingga ini, akan segera mengusir rasa lelah. Apalagi untuk mereka yang menyukai olahraga jalan sehat. Tidak hanya kesegaran tubuh yang bisa didapat, tapi juga kesegaran pikiran dan jiwa.

Ada sekitar 14 nama gua yang bisa kita temui dalam satu perjalanan di Gua Lawa itu.Masing-masing gua mempunyai cerita dan legenda tersendiri, yang tentu sangat menarik untuk didengarkan. Saat memasuki pintu gua misalnya, kita bisa menyaksikan 'Gua Batu Semar'. Nama ini diambil karena di dalam gua itu terdapat sebuah batu yang sangat mirip dengan sosok Semar, seorang tokoh dalam jagat pewayangan. Ini adalah batu alami yang sudah berada di tempat itu selama jutaan tahun silam.

Dengan satu kali kelokan, perjalanan akan mengantarkan kita Gua Waringin Seto, salah satu goa yang mirip dengan pohon beringin . Lanjut perjalanan kita akan masuk ke istana lawa dan Gua Dada Lawa. Gua ini sangat indah karena di samping bentuknya seperti dada kelelawar raksasa, juga memiliki kolam yang airnya sangat jernih dan tidak pernah kering. Setelah meninggalkan Gua Dada Lawa, kita memasuki satu lokasi yang memiliki tiga buah gua, yaitu 'Gua Pancuran Slamet', 'Gua Sendang Slamet', dan 'Gua Sendang Drajat'. Kedua gua yang disebut pertama memiliki pancuran air yang tak pernah kering. Konon, siapa saja yang mencuci muka dengan air dari pancuran ini akan menjadi awet muda dan memiliki wajah berseri-seri. Sementara 'Gua Sendang Drajat' terdapat mata air yang diyakini mampu mendatangkan rezeki bagi siapapun yang meminumnya.

Setelah meninggalkan Gua  Sendang Drajat kita akan menemukan Gua yang sangat lebar di dalamnya yang dinamakan Balai Pertemuan Agung atau gangsiran Bupati Goentoer, dimana semasa Bupati Goentoer inilah Gualawa mulai dilakukan pengerukan lumpur. Setelah meninggalkan Gangsiran Bupati Goentoer maka kita akan melihat Lorong pertapaan dimana dilorong inilah sering kita jumpai orang yang bersemedi pada hari-hari tertentu. Setelah meninggalkan Lorong Pertapaan kita akan menuju ke Gua Batu Keris, Ruang langgar dan akan dibawa melewati jembatan yang mempunyai air yang sangat jernih dan sedingin air kulkas. Lanjut perjalanan maka kita akan melewati ruangan yang sangat lebar dan tangga naik untuk keluar.

Upz,,, kita belum keluar, masih ada tambahan waktu untuk melikmati keindahan perut bumi dengan masuk ke gua lagi, dan yang pertama kita jumpai adalah Gua Cepet dimana gua cepet juga mempunyai keunikan atau cerita tersendiri . Lanjut dari Gua Cepet kita akan melihat lagi satu ruangan dengan dibatasi pagar besi, dimana di ruangan tersebut adalah ruangan yang digunakan untuk bertapa kaum hawa . Ceritanya kayak apa ?? Silakan pembaca datang ajja kesini untuk melihat-lihat langsung ada apa ajja sii di balik keunikan Gualawa yang banyak mempunyai nilai sejarah ..

Lokasi obyek Gualawa seluas 11 hektar dan berada di sisi timur Gunung Slamet ini memang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak-anak, taman kenangan , panggung terbuka. Dan ada juga  Gua Lorong Kereta yang pengelolaan dan paket wisatanya bisa menghubungi Pokdarwis Lawa Mandiri. Goa Lorong Kereta adalah wisata minat khusus, yang mengharuskan tiap wisatawan yang akan melakukan petualangan susur gua wajib menggunakan peralatan tambahan seperti Helm, Headlamp, sepatu boot demi kenyamanan selama melakukan penyusuran. Goa Lorong Kereta memiliki banyak variasi lorong. Dari lorong yang berair, berlumpur, lorong dengan diameter lebar hingga super sempit dan juga lorong yang terjal. Kayak apa keseruan susur gua lorong kereta ?/ kalian bisa langsung hubungi contact person DISINI untuk booking paket wisatanya.
Beberapa tahun lalu, Gua Lawa bahkan dilengkapi dengan sebuah kebun binatang mini yang menampung sejumlah jenis satwa. Sekarang, pengunjung tak bisa lagi menyaksikan berbagai satwa di sana karena biaya pemeliharaan yang tinggi.

Suasana teduh sangat terasa di lokasi bermain anak dan taman kenangan. Banyak pohon pinus yang sudah mulai besar. Di samping untuk kesejukan, pohon-pohon juga berfungsi menampung kadar air dalam tanah. Gua Lawa berjarak sekitar 25 km di sisi utara pusat Kota Purbalingga. Bisa ditempuh selama satu jam dengan melewati jalan menanjak dan berkelok. Untuk mencapai tempat yang indah itu, tersedia cukup banyak kendaraan umum. Perjalanan juga bisa dilakukan dari kota Purwokerto melewati wanawisata dengan rimbunan pepohonan.

Legenda Gualawa
Menurut cerita rakyat setempat, gua lawa mempunyai cerita legenda tersendiri yang erat kaitannya dengan terciptanya nama Desa Wisata Siwarak. Konon pada waktu Agama Islam mulai berkembang di Pulau Jawa khususnya, maka di wilayah Banyumas ini ada dua mubaligh dengan dua orang pengikutnya yang mendapat tugas mengembangkan Agama Islam, mereka itu bernama Akhmad dan Mohamad yang kakak beradik serta Bangas dan Bangis. Di dalam bertugas mengembangkan Agama Islam, mereka mendapatkan tantangan hebat dari Pemerintah Kerajaan Majapahit. seorang panglima telah ditugaskan untuk membendung perkembangan Agama Islam, yakni Ki Sutaraga. Dalam tugasnya Ki Sutaraga telah berhasil mematahkan usaha penyebaran agama Islam, sehingga dalam menghadapi kekuatan Ki Sutaraga ini, Akhmad dan Mohammad terpaksa melarikan diri. secara kebetulan dapat bersembunyi di dalam Gua. Mereka kemudian bersembunyi didalam gua untuk memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa bagaimana caranya dapat menyelamatkan diri untuk selanjutnya melaksanakan tugas mereka.

Dalam keheningan, kedua orang kakak beradik itu, memperolah ilham dari Tuhan YME. agar mereka berdua berganti nama yakni Ahmad berganti nama Taruno dan Mohammad berganti nama menjadi Taruni. Setelah mengganti nama masing-masing mereka keluar dari gua.
Belum lama mereka berjalan di hentikanlah mereka oleh seorang yang gagah perkasa, yang ternyata adalah Ki Sutaraga, Senopati Majapahit. Waktu mereka ditanya oleh Ki Sutaraga, apakah mereka melihat Ahmad dan Mohammad, maka dengan cerdiknya mereka menjawab, bahwa mereka sering melihat Ahmad dan Mohamad. tetapi dua hari yang lalu, kedua orang tersebut telah mati diterkam dan dimakan oleh tiga ekor harimau.

Satu keuntungan bagi Akhmad dan Muhamad, bahwa Ki Sutaraga sebelumnya memang belum pernah melihat dan bertemu mereka. Oleh karena itu, apa yang mereka tuturkan dipercaya sepenuhnya oleh Ki Sutaraga. serta merta Ki Sutaraga memberitahukan kepada pasukannya, bahwa kedua orang yang mereka kejar-kejar itu dua hari yang lalu telah di makan harimau. Bersorak-soraklah pasukan Kerajaan Majapahit itu.
Ahmad dan Mohamad mati ! Ahmad dan Mohamad mati! " sedang orang yang mereka katakan mati itu, dengan aman dan tentram pergi menjauh meniggalkan tempat tersebut, pergi keutara untuk melanjutkan perjuangan mengembangkan Agama Islam.

Sorak-sorai pasukan Kerajaan Majapahit itu tertangkap juga oleh teliga Bangas dan Bangis, pengikut setia Akhmad dan Mohamad. Mereka ingin menuntut balas dan langsung menemui Ki Sutaraga, senopati yang sakti pilih tanding itu , dan dengan lantangnya Bangas dan Bagis menantang Ki Sutaraga untuk berperang tanding. Namun Ki Sutaraga, yang di samping Sakti juga waskita itu, tidak menanggapi tantangan Bagas dan Bangis. Sikap Ki Sutaraga membuat bangas dan Bangis menjadi penasaran, dan dengan kemarahan, mereka menyerang ki Sutaraga. Melihat gelagat yang tidak baik itu, Ki Sutaraga hanya bertolak pinggang, sambil berkata dengan suara gemuruh bergulung-gulung : Hai, kamu Bangas dan Bangis ! kamu berdua adalah manusia-manusia yang tak tau diri, tingkah laku mu seperti binatang saja layaknya".

Demikianlah, karena kesaktian ucapan Ki Sutaraga, dengan mendadak sontak, Bangas dan Bangis berubah sipat dan wujudnya menjadi dua ekor binatang badak (jawa : warak) melihat kejadian itu para prajurit berteriak-teriak : "Warak......warak....!"  akhirnya setelah ki Sutaraga di liputi oleh ketenangan, prajurit-prajuritnya yang berteriak-teriak itu di kumpulkan, sambil diminta untuk menyaksikan ucapannya, yakni : "Hai prajurit-prajurit semua, dengar dan saksikan. karena peristiwa yang menimpa ke dua orang itu, yakni bagas dan bangis, yang karena ulahnya sendiri telah berubah menjadi warak, maka supaya kalianlah yang mejadi saksi. dihari kemudian bila hutan ini dapat tumbuh menjadi pedesaan, maka desa tersebut aku beri nama Desa Siwarak.
Demikianlah legenda Goalawa yang mempunyai keterkaitan dengan nama Desa Siwarak.

Demikianlah ulasan, cerita dan sejarah tentang Goalawa tempo doeloe, dan ada apa saja untuk Goalawa atau Golaga yang akan datang, tunggu saja artikel berikutnya :-) :-) .. 
Bagi yang belum tahu tentang rute perjalanan ke Gualawa, berikut akan saja jelaskan detail rutenya.
Untuk mencapai Obyek Wisata Gualawa tidaklah sulit. Jika Anda dari Kota Purbalingga, arahkan kendaraan Anda ke utara sejauh 27 km. Setelah sampai di Jalan Raya Purbalingga-Pemalang, atau lebih tepatnya di pertigaan Kecamatan Karangreja, terdapat papan selamat datang Obyek Wisata Gua Lawa, ikuti penunjuk arah tersebut, kurang lebih sekitar 3 km dengan jalan yang agak sedikit naik sampailah Anda di lokasi Wisata Gua Lawa. Dengan kondisi jalan yang baik membuat perjalanan Anda akan lancar sampai tujuan. Bagi wisatawan dari luar kota yang ingin tinggal beberapa hari di Desa Wisata Siwarak jangan kwatir, ada beberapa penginapan dan homestay milik warga yang bisa dijadikan untuk tempat istirahat dan bermalam Anda setelah melakukan serangkaian kegiatan di Desa Wisata Siwarak.
Galeri Gualawa Tempo Doeloe
Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Tangga masuk lorong Gua2 Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa Obyek Wisata Gualawa

0 komentar:

Terima Kasih telah meninggalkan Komentar!!!
Komentar dengan bijak, sopan,tidak menghina agama, ras atau etnis tertentu akan sangat dihargai.

Posting Komentar