Desa Wisata Onje,Wisata Sejarah Dan Budaya Di Purbalingga

VisitPurbalingga.Com - Kalian harus tahu kalau di Kabupaten Purbalingga ada desa tua yang mempunyai keunikan dan babad sejarah sendiri. Yaaa,, namanya Desa Onje, berada di Kecamatan Mrebet. Desa Onje yang sudah berkembang menjadi Desa Wisata memiliki banyak potensi menarik untuk dikunjungi. Dari segi sejarah, budaya dan peninggalan leluhur seperti Masjid Raden Sayyid Kuning, Makam Adipati Onje, Batu Arca, dan Batu Dakon. Dan bukan hanya itu, dari segi alamnya Desa Onje juga memiliki potensi wisata air yang sangat menarik untuk anda rasakan sensasinya.

Desa Onje merupakan salah satu desa yang berjasa dalam syiar agama islam di Kabupaten Purbalingga.Tak heran jika desa onje juga dijadikan wisata religi, mengingat salah satu peninggalannya yaitu Masjid R Sayyid masih berdiri megah hingga kini . Masjid yang dulunya lebih di kenal dengan sebutan masjid onje diklaim usianya lebih tua dari masjid agung demak yang dibangun oleh wali songo. Oke.. langsung saja VisitPurbalingga.Com akan mencoba mengulas beberapa tempat di Desa Wisata Onje yang wajib anda kunjungi saat berlibur bersama teman ataupun keluarga. Simak baik-baik artikel berikut ini.

1. Masjid Raden Sayyid Kuning
Adalah salah satu masjid tertua di kabupaten Purbalingga. Keberadaan masjid ini sebenarnya jauh sebelum kadipaten onje berdiri. Dalam ceritaturun temurun yang dipercaya masyarakat Onje, ada seorang pengelana asal tanah Arab datang ke tanah Jawa. Seorang bernama Syekh Mubakhir dan seorang lagi Syekh Samsudin. Dahulu Desa Onje masih berupa hutan belantara dan menjadi salah satu tempat yang pernah dilalui oleh seorang wali dalam perjalanannya menyebarkan Islam. Namanya adalah Syekh Samsudin. Beliau berhenti di Onje, untuk melaksanakan shalat. Saat itu dipilihnya sebuah batu besar. Dan kini batu tersebut disimpan dibawah mimbar Masjid Sayyid Kuning. Awalnya konon masih pakai atap daun pakis.

Memasuki era Wali Songo, tanah Onje pun tak luput dari perjalanan Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati,dan Sunan Kali jaga. Tidak diketahui secara pasti kapan mereka tiba. Hanya saja ini terjadi jauh sebelum Ki Tepus Rumput berkelana hingga tempat ini. Menurut Kyai Maksudi para Wali ini terkejut ketika menemukan tempat untuk bersholat di sisi sebelah barat Jojog Telu. Karena itulah mereka pun berinisiatif untuk membangun masjid. Oleh mereka, bangunannya lantas dirombak total. Tiang penyangga yang semula dibuat dari kayu pakis diganti kayu jati yang hingga kini masih asli. Yang unik, empat tiangnya mirip penyangga di Masjid Agung Demak. Hanya ukurannya yang lebih kecil. Tiang penyangga yang berjumlah 4, sampai saat ini sudah mengalami beberapa kali renovasi dan  tidak meninggalkan keasriannya dengan mempertahankan 4 tiang penyangganya

2. Batu Arca Bukut
Batu Arca Bukut dikelilingi susunan batu andesit berbentuk bulat. Batu tersebut ditemukan di halaman rumah warga yang dikelilingi tembok batu dan tumbuhan. Secara turun temurun dikisahkan jika arca ini memiliki kaitan dengan Babad Onje. Di tempat ini sering disebut nama Ki Tepus Rumput dan Ki Kantharaga. Lantas Batu Arca Bukut dikaitkan sebagai perwujudan sosok Ki Tepus Rumput.

3. Situs Batu Dakon
Batu dakon adalah sebuah batu yang memiliki 7 lubang, dimana batu ini terletak pada daerah jojok 3 atau kedung mertelu. Diceritakan bahwa saat dulu ada seorang putri yang bernama Putri kajoran ,beliau mempunyai kebiasaan mandi di jojok 3 kali Onje. Ditempat itu beliau juga mempunyai kebiasaan menggosok giginya menggunakan serbuk batu dan serbuk batu tersebut diperolehnya dengan cara menumbuk batu sehingga terbentuklah lubang - lubang seperti lumpang .  Situs batu yang di lindungi sebagai benda cagar budaya ini merupakan situs pra sejarah dan terletak tidak jauh dari jojok telu.di kisahkan,dakon atau watu lupang ini merupakan peninggalan dukun bayi semasa Adipati Onje II (dua). Situs ini sering di kunjungi oleh para peziarah yang sedang berwisata di desa Onje.
4. Makam Adipati Onje
Adipati Onje II (Raden Anyakrapati) merupakan anak Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) Raja Kerajaan Pajang dari selir putri Adipati Menoreh yang bernama Kencana Wungu. Raden Anyakrapati menjadi Adipati Onje II sekitar tahun 1590 M setelah menggantikan Ki Tepus Rumput atau Adipati Ore-Ore. Di bawah kepemimpinan Adipati Onje II, Kadipaten Onje menjadi kadipaten yang luas kekuasaannya. Makam Adipati Onje II dan tokoh lain terletak di Grumbul Pesawahan Desa Karangturi. Makam ini terpisah dari makam lain dibatasi benteng batu (kandang sengker) dengan pintu gerbang. Makam ini menjadi salah satu destinasi wisata religi yang sangat sering dikunjungi oleh para peziarah.

5. Klawing Tubing
Salah satu wisata alam yang ada di Desa Wisata Onje adalah menyusuri indahnya sungai klawing. Bagi Anda penggemar wisata minat khusus ini sangat cocok untuk memacu adrenalin melewati jeram-jeram yang mempunyai banyak tantangan. Meski melewati jeram yang menantang, namun rafting ataupun tubing di hulu sungai Klawing tetap aman. Wisatawan yang baru pertama kali mencoba , tak perlu takut dan was-was karena para pemandunya sudah mahir dan berpengalaman. Rafting dan Tubing di Desa Wisata Onje bisa dinikmati sepanjang tahun, termasuk saat musim kemarau sekalipun.

Demikianlah ulasan yang dapat kami sampaikan . Apabila pembaca ada yang tertarik untuk berwisata ke Purbalingga dan membutuhkan Paket Wisata jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi kami lewat kontak yang tersedia. Terimakasih dan tunggu artikel kami berikutnya ....

Blog personal untuk berbagi info wisata, traveling, budaya, kuliner, potensi alam dan desa wisata yang ada di Kabupaten Purbalingga .

Disqus Comments