Andra And The Back Bone Akhiri Malam Puncak FGS #4

Festival Gunung Slamet merupakan agenda rutin yang mempunyai makna yang amat dalam, selain untuk nguri-nguri budaya Jawa yang adiluhung, juga untuk menunjang sekaligus mempromosikan potensi wisata Desa Serang Kecamatan Kerangreja. Ada beberapa rangkaian dalam festival gunung slamet ini, diantaranya : prosesi pengambilan air di kaki gunung Slamet, kirab budaya, perang tomat, pertunjukan wayang kulit, serang bersholawat, festival rebana dan lain-lain.

Untuk tahun 2018 adalah gelaran Festival Gunung Slamet ke 4 yang sukses diselenggarakan di desa wisata Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah mulai tanggal 27-29 September 2018. Gelaran budaya yang melibatkan hampir semua warga desa tersebut merupakan acara tahunan yang kali ini diselenggarakan murni dari swadaya masyarakat setempat. Acara ini berhasil menyedot puluhan ribu pengunjung baik dari dalam kota maupun luar kota apalagi dengan disuguhkanya acara musik yang melibatkan artis ibukota.

Menurut Kepala Desa Serang Sugito acara ini digelar dengan maksud untuk menunjukan rasa syukur masyarakat atas keberkahan rizki yang telah diberikan Yang Maha Pencipta. Agenda kegiatan gelaran budaya ini dimulai pada hari Kamis (27/9/2018) dengan acara Pawai Taaruf, Festival Rebana bertempat di D'LAS atau Lembah Asri, dan Serang Bersholawat. Selain itu juga diselenggarakan Lomba Foto Festival Gunung Slamet 4 dengan tema "Nggelar Budaya Ekspresi Keberkahan".

Hari ke dua Jum’at (28/9/2018) diisi dengan acara pengambilan air Sikopyah. Acara ini bertujuan mengingatkan kembali budaya warga jaman dahulu sebelum tersentuh modernisasi. Sikopyah adalah sumber mata air terbesar di Serang yang konon salah satu dari 3 mata air di kaki Gunung Slamet. Acara dilanjut Ruwat Bumi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah di desa Serang. Malam harinya ada pagelaran wayang kulit menampilkan dalang ternama dari Cilacap Ki Dalang Mongko Daryono.

Di hari ke tiga Sabtu (29/9/2081) ada Pawai Budaya mengandung makna bentuk ungkapan rasa syukur atas rizki dari Yang Kuasa berupa arak arakan hasil bumi yang dibawa oleh perwakilan warga untuk dibagikan ke pengunjung. Pawai dimulai pukul 08.00 mengambil rute Kaliurip, Dukuh, Jl Raya dan berakhir di Lembah Asri D'LAS. Pada acara pawai ini ada tradisi makan takir bareng bupati. Dilanjutkan acara yang paling seru dan menarik yakni perang tomat dimulai pukul 13.00 sampai selesai. Kesenian ebeg pun tak ketinggalan memeriahkan acara di hari terakhir ini. Puncak acara adalah pagelaran musik bertema Akustik Kabut Lembut dengan menampilkan group musik ibukota Andra and The Back Bone.

Band bergenre pop rock yang digawangi oleh Andra Ramadhan (gitaris), Deddy Lisan (vokalis), dan Stevi Item (gitaris), tampil begitu memukau di hadapan ribuan pengunjung yang memadati kompleks wisata D’LAS (Lembah Asri Serang). Mereka sangat terhibur dengan penampilan lagu demi lagu yang dibawakan Andra. Mereka bahkan terhipnotis ikut melantunkan lagu itu.

Sekitar pukul 21.00 WIB, lagu Jalanku Bukan Jalanmu menjadi pembuka penampilan Andra and The Back Bone. Lagu demi lagu dibawakan oleh Andra seperti lagu Lagi-Lagi, Separuh, Main Hati, Musnah yang hits pada tahun 2007-an. Hingga pada akhirnya lagu berjudul Hitamku jadi penutup penampilan Andra yang hampir sekira satu jam menghibur pengunjung FGS IV.

Blog personal untuk berbagi info wisata, traveling, budaya, kuliner, potensi alam dan desa wisata yang ada di Kabupaten Purbalingga .

Disqus Comments