Rekomendasi Wisata Napak Tilas Hari Pahlawan Di Purbalingga

Memperingati Hari Pahlawan pada 10 November, yang bertepatan Minggu (10/11/2019), rasanya kurang afdol kalau kalian tidak tahu di Kabupaten Purbalingga ada tempat wisata bersejarah yang bisa jadi pilihan untuk liburan.

Oleh karena itu untuk memperingati dan mengenang sejarah perjuangannya, tempat wisata di Purbalingga ini bisa dikunjungi.

Monumen Jenderal Soedirman
Monumen Jenderal Soedirman terletak di Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang. Berupa patung Jenderal Soedirman dan tempat kediaman beliau semasa kecil diantaranya ranjang kayu tempat beliau tidur waktu bayi, perpustakaan, masjid, dan relief kisah kehidupanya.

Monumen Jenderal Soedirman atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Soedirman Point berjarak sekitar 26 km dari kota Purbalingga.
Monumen ini berbentuk duplikat rumah tempat dilahirkannya Jenderal. Saat ini di Soedirman Point juga telah disediakan area audio visual yang memutar film-film tentang kemiliteran maupun film tentang perang gerilya.

Usman Janatin City Park
Usman Janatin adalah pahlawan nasional yang dihukum gantung di Singapura pada 17 Oktober 1968. Sebagai prajurit Angkatan Laut, Usman menjadi bagian dari prajurit perang yang dicanangkan pemerintah RI terhadap Malaysia kala itu.

Selain diabadikan sebagai nama Taman Kota, sebuah Museum pun berdiri di kompleks rumah keluarganya dengan nama MUSEUM USMAN JANATIN. Museum Usman Janatin memasang foto-foto, tanda penghargaan, bintang sakti sampai surat-surat yang ditulis olehnya selama di Penjara Changi. Museum yang penyelesaiannya dimotori Lanud Wirasaba ini akhirnya diresmikan sejak 7 Maret 2015. Sejak saat itu masyarakat umum sudah bisa mengunjungi museum Usman Janatin.

Sersan Dua KKO Anumerta Usman Janatin bin H. Ali Hasan lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah pada 18 Maret 1943. Ia meninggal pada umur yang masih sangat muda, 25 tahun. Usman adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi), kini disebut Marinir, yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya konfrontasi dengan Malaysia-Singapura.

Selama Konfrontasi Indonesia-Malaysia, ia diangkat sebagai salah satu dari tiga relawan untuk melayani dalam sebuah operasi militer yang disebut Komando Siaga (kemudian berganti nama menjadi Komando Mandala Siaga), yang dipimpin oleh Wakil Laksamana Madya Udara TNI Omar Dhani.

Pendidikan dasar militer dilaksanakan di Gunung Sahari. Pendidikan Amphibi dilaksanakan di pusat latihan Pasukan Pendarat di Semampir. Pada akhirnya seluruh pendidikan diadakan latihan di puncak daerahPurboyo Malang selatan dalam bentuk Suroyudo.

Kemudian ia ditempatkan di Pulau Sambu, (sekarang berada di wilayah Kepulauan Riau). Pada 8 Maret 1965, dia, Harun Thohir, dan Gani bin Arup ditugaskan untuk melakukan sabotase di Singapura. Dilengkapi dengan perahu karet dan 12,5 kilogram (28 pon) bahan peledak, mereka diberitahu untuk membom sebuah rumah tenaga listrik, tetapi sebaliknya, pada tanggal 10 Maret 1965, mereka menargetkan bangunan sipil, bangunan Hong Kong and Shanghai Bank, yang sekarang dikenal sebagai MacDonald House, menewaskan enam orang dan melukai sedikitnya 33 lainnya, yang semuanya warga sipil tak berdosa. Ketika melarikan diri, Janatin dan Thahir pergi ke pantai, sementara Gani memilih rute yang berbeda.

Janatin dan Thahir menyita perahu motor, tetapi di laut perahu motor rusak. Mereka ditangkap oleh pasukan patroli Singapura pada 13 Maret 1965 dan dihukum karena pembunuhan, karena mereka telah mengenakan pakaian sipil pada saat itu dan telah menargetkan bangunan sipil, dan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Singapura.

Sebelum dijadikan taman kota, dulu area ini merupakan Pasar Kota Purbalingga akan tetapi lokasi pasar telah dipindah ke bekas Stadion Wasesa (sekarang stadion berada di Kelurahan Purbalingga Kidul dengan nama "Gelora Goentoer Darjono") dengan nama "Pasar Segamas" yang merupakan salah satu pasar terbesar di Jawa Tengah. Tempat ini biasa anak muda-mudi bisa berkumpul, duduk-duduk di taman kota yang luas. Di tempat ini dilengkapi dengan LCD yang berukuran besar menayangkan serba serbi kota Purbalingga dengan perkembangannya. Di sini pula terdapat gedung Entertainment Center yang digunakan untuk acara-acara kesenian serta terdapat panggung di sisi selatannya. -Sumber : wikipedia -
Lalu, bagaimana nasib taman usman janatin sekarang ?? Liat DISINI yuuk...

Mungkin itu dulu yang baru bisa saya ulas. Atau barangkali diantara pembaca ada yang mau menambahkan ??

Blog personal untuk berbagi info wisata, traveling, budaya, kuliner, potensi alam dan desa wisata yang ada di Kabupaten Purbalingga .

No comments: